Kerajinan Tangan Khas Baduy Masyarakat Jadi Identitas

oleh -155 views
Kerajinan Tangan Khas Baduy Masyarakat Jadi Identitas
Kegiatan menganyam perempuan adat Haringen (Gerai Nusantara AMAN)

SUARAMUDA.co.id – Kerajinan Tangan Khas Baduy Masyarakat Jadi Identitas. salah satu karya adat yang kini dikenal secara nasional. Omzetnya pun mencapai belasan juta rupiah per bulan.

Di setiap wilayah bervariasi, seperti kerajinan tenun, berbagai macam gelang, hingga anyaman.

Produk kerajinan tangan khas Baduy menjadi Kesuksesan tersebut tak lepas dari kiprah Narman, pemuda Baduy Luar, yang memasarkan kerajinan melalui berbagai platform digital. Membuat kerajinan tangan menjadi salah satu tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat adat.

Kerajinan tangan masyarakat adat Selain menjadi identitas, kerajinan tangan juga dapat menghidupi mereka.

Tas Koja, salah satu kerajinan tangan masyarakat adat Baduy (Baduy Craft)

Kerajinan khas daerah Baduy Luar yang diberi nama Baduy Craft meliputi kain dan selendang tenun, tas koja dari kulit kayu, gelang handam dari rotan, serta aksesoris lainnya.

Narman menyebutkan,  30 persen bahan kerajinan  tersedia di wilayah Baduy, sedangkan sisanya dipasok dari luar wilayah adat. Baduy Craft di berbagai media sosial dan marketplace dibandrol dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 600 ribu per itemnya. 

Baca Juga: Pilkades Serentak Di Kabupaten Tasikmalaya Bulan April 2021

Narman juga mengenalkan produknya di berbagai pameran kebudayaan di Jabodetabek. “Untuk omzet per bulan tahun lalu rata-rata 15 hingga 16 juta rupiah. Produk kerajinan Baduy ini juga menyediakan pesanan dalam jumlah banyak untuk acara – acara bernuansa budaya,” katanya.

Narman menceritakan sulitnya memasarkan produk yang dikutip (Rabu, 17/6). “Akses internet di sini masih susah. Saya harus jalan kaki setiap hari ke luar wilayah Baduy untuk dapat akses internet,” ujarnya.

Selain itu, tetua adat sempat melarang Narman memasarkan produk kerajinannya menggunakan platform digital. Di Baduy ada norma adat yang melarang menggunakan sesuatu yang bersifat modern.

Termasuk gadget dan internet karena dikhawatirkan akan merusak tatanan adat. “Saya meyakinkan tetua adat bahwa yang saya lakukan melalui Baduy Craft dapat bermanfaat bagi masyarakat Baduy Luar,” jelas Narman.