LSM COBRA Audiensi Bersama DPRD Kota Cimahi Bahas Warga Terdampak Proyek KCIC

oleh -221 views

SUARAMUDA.co.id,-LSM Commando Baros Ranger (COBRA) Audiensi Bersama DPRD Kota Cimahi membahas permasalahan warga yang terdampak dari pembangunan mega proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung atau KCIC, Kamis (03/6/2021).

Deddy Supriadi selaku ketua umum LSM COBRA yang dikuasakan oleh pihak keluarga terdampak mengatakan, bahwa LSM nya telah berkirim surat ke seluruh pihak terkait, dari tingkat Rw, Lurah, Camat, Kepala Dinas, Walikota, Gubernur hingga Tembusan ke Kementerian dan Presiden, serta termasuk PSBI, BPN dan KCIC itu sendiri, untuk membantu menangani penyelesaian permasalahan tersebut.

“Kami sangat berterimakasih kepada yang terhormat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cimahi, khususnya komisi 1, seyogyanya telah menanggapi surat kami, hingga hari ini kita bisa berkumpul duduk bersama mencari solusi bagi warga yang terdampak pembangunan mega proyek KCIC”, ucapnya.

Dirinya mengapresiasi langkah Komisi 1 yang dalam pertemuan tersebut juga memanggil beberapa pihak diantaranya Kepala Lurah Kelurahan Utama, Dinas LH, Dinas PUPR dan BPN. Namun beberapa pihak tidak hadir dalam pertemuan tersebut, pihak PSBI, KCIC, BAPEDA serta Camat, Rt dan Rw rencananya akan dipanggil juga pada saat pertemuan ke dua nanti.

“Proses penyelesaian masalah tersebut terlalu lama hingga pembangunannyapun sudah selesai, akan tetapi masalahnya belum selesai, banyak pihak seolah pembiaran terhadap warga terdampak, bahkan diduga banyak oknum bermain modus”, ketusnya.

Dikatakan Deddy, bahwa warga yang terdampak mengalami kerugian bukan hanya materil tapi juga pikiran dan perasaan, hingga salah satu warga meninggal dunia dari permasalahan yang sampai saat ini belum terselesaikan.

Deddy juga berharap, dari audiensi ini akan membuahkan hasil, solusi bagi warga masyarakat yang terdampak dari Mega Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api Cepat atau KCIC.

“Semoga saja masalah ini bisa selesai secepatnya. Adapun pihak-pihak yang diduga bermain api bisa terungkap, karena permasalahan ini seharusnya terselesaikan sedari awal”, tegasnya.

Ditempat yang sama, Hendra Saputra selaku pimpinan Komisi 1 DPRD Kota Cimahi yang didampingi Sobari dari fraksi Nasdem merasa aneh, karena seharusnya pembangunan proyek tersebut sudah terprediksi dari awal.

“Yang saya anehkan sudah dibangun baru sibuk-sibuk ngurusin kompensasi, pembebasan tanah yang sebetulnya harus sudah terhitung, sangat aneh sekali sudah terbangun, sudah selesai, kok meninggalkan bekas yang tidak enak, terutama untuk para ahli waris keluarga yang terkena dampak”, ungkapnya.

Ia juga mencoba untuk membantu masalah ini, mencari solusi tinggal bagaimana prosesnya yang akan di jalani dan akan memanggil pihak pihak yang lainnya.

“Pertemuan hari ini tidak lengkap karena tidak ada dari pihak KCIC, PSBI, Camat, RT dan RW serta di PUPR juga ada bagian BBWS yang itu juga harus hadir”, kata Hendra.

Secara pribadi dirinya melihat permasalahan ini, menurutnya ini adalah pembebasan, karena kalau hanya sekedar kompensasi itu tidak menyelesaikan masalah, terus jika pengurugan justru problem baru yang akan hadir.

“Hemat saya solusi yang terbaik bukan kompensasi atau pengurugan justru pembebasan, hanya tidak mudah juga untuk melangkah kesana, mungkin untuk pertemuan berikutnya saya hadirkan selengkap-lengkapnya agar dapat satu jalan solusi untuk menyelesaikan masalah ini”, tandasnya.

Hendra juga menegaskan, bahwa agenda selanjutnya setelah pertemuan ini, dirinya dan komisi 1 akan turun kelapangan langsung untuk sidak. Anggota Dewan juga harus bisa memberikan solusi bagi masyarakat.

(Red)