Entah Sampai Kapan Nasib Warga Rt 4 Rw 16 Kampung Cihonje Kebanjiran?

oleh -116 views

SUARAMUDA.co.id,-Entah sampai kapan nasib warga Rt 4 Rw 16 kampung Cihonje Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan yang terdampak dari pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung bisa terbebas dari banjir, hal ini di sebabkan hujan deras semakin membuat kondisi rumah mereka terendam hingga pinggang orang dewasa.

“Bagaimana ini urusannya, kami sudah berbagai cara, mencoba mencari pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terkait untuk dapat membantu penyelesaian dari permasalahan ini”, kata Heri salah satu putera dari keluarga yang rumahnya kebanjiran akibat dari proyek tersebut. Rabu (16/6/2021).

Dirinya merasa putus asa, dikarenakan sudah mencoba minta bantuan dari pihak-pihak terkait termasuk pemerintah setempat hingga ke DPRD Kota Cimahi.

“Waktu itu sudah audiensi ke Komisi 1 DPRD bersama teman-teman dari LSM Cobra, dan kata pimpinan Komisi 1 akan dibantu dicarikan solusi bahkan akan disidak ke lokasi rumah kami, tapi hingga saat ini belum ada”, ujarnya.

Hujan yang sangat deras membuat rumah keluarga Heri kemasukan air, mereka sibuk menyelamatkan barang-barang agar tidak tergenang dan terbawa arus air hujan.

“Pondasi rumah pun sudah mulai terkikis, lama kelamaan sudah pasti ambruk rumah ini, Jangan sampai jatuh korban jiwa lagi di keluarga kami”, tegasnya.

Saat di informasikan oleh Heri melalui pesan Whatsapp Hendra Saputra Pimpinan Komisi 1 DPRD Cimahi, Hendra menjawab, bahwa dirinya masih belum ada jadwal, karena minggu ini padat kegiatan… mudah-mudahan minggu depan kosong ada jadwal sidak di TKP.

Diberitakan sebelumnya Kamis (03/6) pihak keluarga yang didampingi LSM Cobra audiensi ke Komisi 1 DPRD Kota Cimahi dan langsung diterima oleh ketua Komisi Hendra Saputra (Gerindra), Sobari (Nasdem), Lurah Utama, dan beberapa perwakilan Kepala Dinas, termasuk dari pihak BPN, yang sengaja di undang untuk hadir di Komisi 1 oleh DPRD.

Dalam audiensi tersebut dikumpulkan keterangan dan di agendakan akan ada sidak ke TKP termasuk di agendakan pertemuan audiensi ke dua dengan memanggil beberapa pihak yang pada saat pertemuan pertama tidak hadir.

Pihak keluarga yang rumahnya kebanjiran akibat terdampak proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, berharap sesegera mungkin dapat di carikan solusinya.

“Harus dengan cara apa lagi kami lakukan, setiap turun hujan rumah kami kebanjiran terus, apakah mereka ridak punya hati?”, pungkasnya.

(Red)