Refleksi 20 Tahun Kota Cimahi

oleh -153 views

SUARAMUDA.co.id,-“Refleksi 20 tahun Kota Cimahi, Luar biasa!”, dan diluar dugaan. Itulah komentar saya sebagai Saksi sejarah terbentuknya Kota Cimahi melalui perubahan status Kota Administratif menjadi Kota Otonom ini, sebagaimana tertuang dalam UU No.9 Tahun 2001 dengan Titi mangsa tanggal 21 Juni 2001. 

Kalau ada pertanyaan, kenapa ada istilah “Diluar Dugaan” ?. Karena berdasarkan hasil penelitian konsorsium Perguruan Tinggi atas kerja sama dengan Pemda Kabupaten Bandung saat itu, untuk mengetahui tingkat kelayakan perubahan status kota administatif menjadi Kota Otonom Cimahi, ternyata hasil penelitian menunjukan bahwa Kotif Cimahi layak menjadi Kota Otonom.

Namun ada catatan untuk diantisipasi bahwa beberapa tahun kemudian Kota Cimahi akan menjadi Kumuh. Hal ini berkaitan dengan ratio tingkat kepadatan penduduk dengan luas wilayah (42 km2) yang tidak ideal.  Sehingga aspek tata ruang, pengelolaan sampah, penataan pasar tradisional, dan tingkat kemacetan lalu lintas menjadi persoalan tersendiri. Namun hasil penelitian yang bersifat prediktif ini tidak terbukti. 

Refleksi 20 Tahun Kota Cimahi berkembang sedemikian rupa, ibarat “gadis kecil nan rupawan”. Meskipun masih banyak hal yang masih perlu dibenahi. Kemudian daripada itu, dilihat dari aspek sejarah, terbentuknya Kota Cimahi ini diwarnai dinamika dan dialektika proses perjuangan yang cukup berat yang dilakukan oleh masyarakat Cimahi yang dipelopori SEKBER CIMAHI OTONOM yang merupakan komunitas gabungan dari LSM, Ormas, Kader Partai, dan perorangan.

Yang selanjutnya proses perjuangan diliputi suasana cukup menegangkan, karena dipengaruhi oleh batas waktu sebagaimana ditentukan pada pasal 125 UU No.22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah, yang menyebutkan bahwa selambat-lambatnya 2 (dua) tahun dari sejak ditetapkannya UU ini harus berubah status sebagai Kota Otonom. Dan apabila hasil penelitian menunjukan Kotif Cimahi tidak layak menjadi Kota Otonom, maka Kotif Cimahi dihapus.

Dengan demikian, dinamika perjuangan yang dilakukan SEKBER CIMAHI OTONOM ini terbilang luar biasa. Namun ternyata apresiasi terhadap perjuangan SEKBER CIMAHI OTONOM ini tampak belum mendapat tempat terhormat. Hal ini sebagaimana fakta saat peringatan Hari Jadi ke-20 Kota Cimahi yang digelar melalui Rapat Paripurna DPRD hari ini Senin 21 Juni 2021.

Saat pembacaan Naskah Sejarah Kota Cimahi yang dilakukan Sekda Pemkot Cimahi, tidak menyebut nama SEKBER CIMAHI OTONOM. Hanya menyebutkan terbentuknya Kota Cimahi merupakan hasil perjuangan masyarakat Cimahi yang terdiri dari perorangan, LSM dan partai politik.

Menurut saya hal ini terbilang prinsipil, sepatutnya mendapat perhatian Pemkot dan DPRD Kota Cimahi agar eksistensi SEKBER CIMAHI OTONOM dapat di apresiasi secara terhormat. Wallohu A’lam. Wassalam.

Senin, 21 Juni 2021
Penulis: Djamukertabudi
Pengamat Politik dan Pemerintahan sekaligus Dosen dari Universitas Nurtanio

(Red)