Omset Pengusaha Café dan Rumah Makan Turun Drastis

oleh -167 views

SUARAMUDA.co.id,-Omset pengusaha Café dan Rumah Makan turun drastis. Suasana Kota Probolinggo yang cerah, kontras dengan perasaan hati pemilik dan pekerja Cafe Shop yang mengalami penurunan omzet drastis selama masa PPKM Darurat.

Semenjak diberlakukannya PPKM darurat, omset coffee shop di Kota Probolinggo ikut “babak belur”. Pendapatan mereka bahkan bisa turun hingga 90 persen. Minggu (18/7/2021)

Omset Pengusaha Café dan Rumah Makan Turun Drastis. Sejumlah pengusaha cafe, karyawan yang terdampak dipaksa memutar otak untuk meraup pendapatan untuk keberlangsungan usaha dan kehidupan sehari-hari, Sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari tanggal 3- 20 Juli 2021 di Kota Probolinggo.

Pengelola maupun pengusaha cafe, rumah makan dan warung kopi mulai lunglai terhadap nasibnya. Saat ini, banyak pemilik cafe, warung kopi dan rumah makan yang harus gulung tikar karena tidak sanggup menutupi biaya operasional. Omset selama masa PPKM darurat pun sangat tipis.

“Hidup di masa PPKM Darurat ini hanya bisa bertahan untuk makan sehari – hari. Pergerakan pendapatan maupun untung tidak dapat sama sekali. Omset penjualan hanya tersisa 10 persen. Bukan untung namun terpuruk maupun musibah, ” papar Danny Irwantoro pengelola Barrel Coffee Garage di Jalan MT Haryono Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Minggu (18/7/2021).

“Sama saja seperti tutup, pendapatan saja cuma 10 persen, paling besar 15 persen,” katanya.

Karena itu, persoalannya semakin parah, calon pembeli dan pelanggan yang rutin singgah di tempat kami tidak boleh lagi nongkrong. Kata dia, hanya boleh pesan bawa pulang. (Take Away).

Tentunya dengan penerapan peraturan itu untuk semua pelaku usaha kuliner maupun rumah makan yang ada di Kota Probolinggo ini memukul kehidupan nasibnya.

Omset Pengusaha Café dan Rumah Makan Turun Drastis. Dikatakannya juga, bahwa banyak yang kita keluarkan seperti pembayaran tagihan listrik dan air juga gaji karyawan, semuanya memerlukan uang kontan.

“Kami berharap Pemerintah juga bisa memberikan solusi yang baik untuk nasib para pengelola maupun pengusaha cafe, rumah makan dan warung kopi yang ada di Kota Probolinggo”, ujarnya.

“Kalau terus begini, ya gak tahu lah, ” keluh Danny.

(yuli)