Seorang Pedagang Di Cibatu Tewas Berlumuran Darah

oleh -440 views

SUARAMUDA.co.id,-Seorang pedagang di Cibatu tewas berlumuran darah. Pedagang Sekoteng Tewas Karena Luka Tusukan Benda Tajam di Jalan Raya Cibatu, Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Minggu (18/07/2021).

Telah terjadi penganiayaan menggunakan senjata tajam yang diduga menggunakan senjata tajam jenis samurai terhadap seorang pedagang sekoteng hingga mengakibatkan korban tewas.

Kejadian ini di benarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sukabumi Kota IPTU. Yanto Sudiarto saat memberikan keterangan kepada awak media dimana kejadian merupakan penganiayaan menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan korban inisial J (45) meninggal dunia.

Seorang pedagang di Cibatu tewas berlumuran darah, korban yang bertempat tinggal di Kampung Citengkor, Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi dimana keterangan di dapat dari salah satu sakasi berinisial A (40) yang merupakan isteri korban.

“Kejadian Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini bernama J (45) seorang pedagang yang beralamat di Kampung Citengkor Desa Cisaat Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi yang saat kejadian sedang bersama seorang saksi A (40)”, terang IPTU Yanto.

IPTU Yanto menjelaskan bahwasannya menurut keterangan yang diperoleh dari saksi A (40), korban J (45) sedang akan berjualan membawa gerobak didalam gang, tiba – tiba berpapasan dengan diduga pelaku yang menggunakan sepeda motor, sehingga terjadilah selisih paham diantara keduanya.

Lebih lanjut dijelaskan, pada saat kejadian tersebut terduga pelaku merasa tidak enak dan langsung meninggalkan tempat kejadian, namun tak berselang lama setelah kejadian terduga pelaku kembali   dengan membawa senjata tajam berjenis samurai. Pelaku menghampiri korban dan tanpa basa basi pelaku menusukan samurai ke bagian perut korban hingga korban terkapar.

”Korban bersama saksi sedang akan berjualan membawa gerobak didalam Gang, tiba tiba berpapasan dengan diduga pelaku yang menggunakan sepeda motor, sehingga terjadi selisih paham, sehingga diduga pelaku merasa tidak enak dan langsung pergi meninggalkan lokasi, setelah itu diduga pelaku kembali menuju korban dengan membawa senjata tajam jenis samurai dan langsung menusuk kearah perut korban, dan korban langsung terkapar”, jelas IPTU Yanto.

Sementara dari keterangan saksi A (40) saksi yang juga istri korban sempat meminta pertolongan warga yang ada di kejadian tersebut, namun naas tidak ada warga di sekitar yang mau menolong korban, hingga akhirnya saksi meminta kepada sopir angkot yang lewat untuk mengantarkan korban ke RS Betha Medika. Setibanya di RS Betha Medika Korban sempat di tolak penangannya karena harus oprasi bedah, kemudian saksi A (40) membawa korban ke RS Syamsudin (Bunut) namun dalam perjalanan korban tidak tertolong hingga meninggal dunia.

“Ketika sampai RS Betha Medika suami saya ditolak dengan alasan harus melakukan operasi pembedahan, akhirnya saya bawa suami saya ke RS Bunut (R Syamsuddin SH) dengan menggunakan angkot tadi,” ujar A.

Seorang pedagang di Cibatu tewas berlumuran darah, hingga saat ini Polisi sedang memburu pelaku yang sudah di kantongi identitasnya.

(aris)