Endang Juta Sosok Miliarder Berasal Dari Kampung Sinagar

oleh -57 views

SUARAMUDA.co.id,-Endang Juta sosok Miliarder berasal dari kampung Sinagar, sapaan akrab dari H. Endang Abdul Malik berasal dari Desa Sinagar Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan pengusaha sukses diberbagai bidang, baik usaha Pertambangan, usaha Peternakan, property, usaha toko Sembako dan yang lainnya.

Bukit Kesultanan Putra Mandiri terletak dikaki Gunung Galunggung sangat ramai dengan masyarakat sekitar dan pegawai yang sedang melakukan pemotongan hewan qurban untuk dibagikan pada warga yang sengaja datang setelah beribadah shalat di mesjid-mesjid yang ada di perkampungan.

Endang Juta Sosok Miliarder disela kegiatan penyembelihan hewan qurban, dirinya terus-menerus berulangkali mengingatkan dan mewajibkan bagi semua warga untuk memakai masker dan selalu menjaga jarak serta melakukan sosial distancing atau menghindari kerumunan.

Pada Lebaran Idul Adha kali ini menyembelih hewan qurban berjumlah 17 ekor sapi, 6 ekor kerbau dan satu ekor kambing yang disembelih menjadi 2000 bungkus untuk diberikan kepada masyarakat di dua kepunduhan tiap bungkusnya 2 kg.

Endang Juta sosok Miliarder menambahkan, disaat menepi untuk beristirahat, sang Miliarder  tersebut berucap merasa bersyukur atas rezeki yang didapat dari Allah Swt dan inilah moment kebahagiaan terindah tak ternilai.

“Dimasa Pandemi Covid-19 kami masih bisa berqurban ucapnya semoga Pandemi Covid-19 cepat sirna dan cepat selesai”, harapnya.

Dikatakannya juga, bahwa kedepan mudah mudahan kami terus bisa berqurban dan selalu melakulan bakti sosial dan terus  bisa berbagi kepada masyarakat serta kami akan sulap Lingkungan bukit Kesultanan sangat asri, indah ini dengan kesejukan udara pegunungan.

“Pengusaha telah memperhitungkan tempat ini, bukan tak mungkin kedepannya akan menjadi destinasi wisata terbaik desa Sinagar”, pungkasnya.

Kendati demikian, H. Endang Juta berharap moment Idul Adha dapat membantu masyarakat yang dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Darurat yang saat ini berdampak pada penurunan sektor ekonomi.

(Muhlis)