Ditreskrimum Poldasumut Gulung 5 Bandit Antek-antek Bos Bandar Judi

oleh -62 views

SUARAMUDA.co.id,-Peristiwa penyiraman air keras yang dialami oleh oknum wartawan bernama Persada  Bhayangkara (25) beberapa pekan yang lalu, Polisi akhirnya mengungkap dan menangkap 5 pelaku, pada Senin (2/8/2021).

Ditreskrimum Poldasumut Gulung 5 Bandit  Antek-antek Bos Bandar Judi, kelima tersangka yang diamankan polisi terdiri atas otak pelaku bernama Sempurna Sembiring (41), orang yang mengatur pertemuan dengan korban, Henri Sanjaya Tarigan (36) keduanya warga Desa Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan.

Kemudian, orang yang merekrut eksekutor Iskandar Indra Buana (39) warga Kelurahan Ladang Bambu Kecamatan Medan Tuntungan, dan dua orang eksekutor yaitu Usman Agus (50) warga Sumatera Selatan (Sumsel) berperan sebagai joki, serta Nakis warga Jalan Datuk Kabu yang menyiram air keras ke wajah korban.

Kasus ini terungkap setelah tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut dan Sat Reskrim Polrestabes Medan melakukan pemeriksaan mendalam pada, Minggu (25/7/2021) malam di Jalan Jamin Ginting Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan.

Ditreskrimum Poldasumut Gulung 5 Bandit  Antek-antek Bos Bandar Judi. Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan dari pemeriksaan terhadap tersangka terungkap motif penganiayaan ini karena lokasi gelanggang permainan (Gelper) tembak ikan di kawasan Medan Tuntungan, diberitakan oleh korban.

“Motifnya memberikan efek jera terhadap korban, pelaku merasa resah, terancam karena bolak balik diberitakan kemudian merasa diteror seperti itu, sehingga para pelaku berinisiatif memberikan pelajaran terhadap korban,” katanya di Polrestabes Medan Jalan HM Said Medan, Senin siang.

Tatan menjelaskan motif ini diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap isi percakapan WhatsApp (WA) di ponsel tersangka maupun korban.

“Itu terbukti dari WA yang kita screenshot baik terhadap otak pelaku dan tersangka HST, itu terfaktakan dari pembicaraan mereka di WhatsApp,” bebernya.

Sambung Tatan menerangkan dari hasil pemberitaan tentang keberadaan gelper tembak ikan ini, pada bulan Oktober 2020, korban meraup uang Rp500 ribu dan terus bertambah pada tiap bulannya.

Namun, pada Bulan Juli 2021, pihak pengelola gelper tembak ikan berdalih telat memberikan jatah kepada korban diduga karena sepi dampak PPKM. Korban yang tak terima, mengancam akan memberitakan di situs websitenya.

“Dari lima ratus ribu (jatah tiap bulan) meningkat satu juta, meningkat dua juta, dan meningkat empat juta. Kemudian di bulan Juli itu telat di tanggal 24 belum diserahkan yang harusnya tanggal 21, sehingga korban membuat berita tapi belum dishare,” kata Tatan.

Lanjut kembali oleh Tatan mengutarakan, bahwa lokasi gelper tembak ikan tersebut diduga arena judi. Sehingga, pada awal tahun 2021, pihak polisi melakukan penindakan di lokasi tersebut.

“Para pelaku berencana untuk membuka kembali,” ungkapnya.

Lanjut Tatan menerangkan, karena kesal terhadap korban, tersangka Henry mengatur pertemuan dengan korban untuk memberikannya pelajaran.

“Pada saat korban sudah sampai di tempat yang disepakati bersama, eksekutor melihat korban sudah berada di TKP,” ujarnya.

Saat melintas di lokasi, Tatan menceritakan, kedua tersangka lalu agak menjauh hingga sekitar 200 meter dari lokasi keberadaan korban dan menuangkan cairan air keras dari botol minuman kaleng ke botol plastik air mineral.

“Dipindahkan untuk memudahkan cairan tersebut disiram mengenai korban,” tukasnya.

Polisi yang mendapat laporan kejadian ini, sejurus kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dan membekuk lima orang tersangka.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menambahkan dari pemeriksaan pihaknya masih memburu satu orang tersangka berinisial S yang menjual air keras.

“Mereka dijanjikan uang Rp 13 juta, namun baru dikasih eksekutor dan joki, masing-masing satu juta setengah,” pungkasnya.

(Mujiman)