Kementerian Keuangan Anugerahkan Opini WTP Secara Virtual

oleh -75 views

SUARAMUDA.co.id,-Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin hadiri Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2021 dengan tema Bangkitkan Ekonomi, Pulihkan Negeri, Bersama Hadapi Pandemi. Bertempat di Command Center, Selasa (14/9/2021).

Agenda yang digelar oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia ini merupakan acara strategis tahunan yang terdiri dari 3 acara utama. Antara lain launching buku “Mengawal Akuntabilitas”, talkshow dan penganugerahan opini Wajar Tanpa Pengecualian bagi Kementerian Negara/Lembaga/Pemerintah Daerah kategori 5 kali, 10 kali dan 15 kali berturut-turut.

Kementerian Keuangan Anugerahkan Opini WTP Secara Virtual. Disampaikan kurang lebih 1000 peserta berpartisipasi mengikuti rakornas ini secara virtual. Turut mendampingi wali kota pagi itu, Sekretaris Daerah drg. Ninik Ira Wibawati, Kepala BPPKAD (Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Wawan Soegyantono dan Irbanwil III (inspektur pembantu wilayah) Inspektorat Kota Probolinggo Retno F.

Dalam laporannya membuka rakornas, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Hadiyanto menyampaikan pentingnya rakornas ini digelar sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi penyelenggara negara kepada masyarakat.

“Sebagai upaya berkesinambungan untuk menyatukan komitmen membangun sinergi antar stakeholder untuk meningkatkan tata kelola, akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara baik lingkup pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” jelas Hadiyanto.

Sementara itu, orang nomor satu di Kementerian Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan kepada seluruh peserta rakornas bahwa di tahun 2021 pandemi Covid-19 masih belum usai sehingga masih memungkinkan adanya pergerakan dalam pembiayaan negara melalui refocusing anggaran.

“Hari ini kita sudah memasuki bulan kesembilan tahun 2021, Covid-nya belum selesai dan oleh karena itu tahun 2021 Bapak dan Ibu sekalian Kementerian Lembaga serta Pemerintah Daerah, melihat juga bahwa APBN-nya masih bergerak terjadi refocusing bahkan hingga 4 kali karena kita memang menggunakan APBN secara sangat fleksibel, responsif namun akuntabel,” terangnya.