Memperingati Hari Santri Nasional FPP Kabupaten Tasik Gelar MQK dI Ponpes Cintawana

oleh -47 views

SUARAMUDA.co.id,-Dalam rangka memperingati hari santri nasional Forum Pondok Pesantren (FPP) menggelar acara  Musabaqah  Qiroatul Kutub(MQK)acara tersebut digelar di Pondok Pesantren Cintawana. Kabupaten Tasikmalaya. Minggu (24/10/2021).

Baca juga:

rapat koordinasi bidang pendidikan tingkat kota cimahi tahun 2021

kunjungan bupati bandung ke kantor wali kota cimahi

Dan dihadiri Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto,unsure Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya,Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya,kepala kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya,ketua FPP Kabupaten Tasikmalaya,para kepala SKPD,para alim ulama,tokoh Masyarakat dan Tamu undangan lainnya.

Baca juga:

ketua dprd cimahi mendukung kegiatan persiapan koni untuk menghadapi porprov jabar 2022

gubernur khofifah berikan sambutan di pelantikan mio indonesia provinsi jatim

Memperingati Hari Santri Nasional, dalam sambutannya, Bupati ucapkan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Bupati berharap, kegiatan tersebut bukan sekedar event tahunan tetapi menjadi sebuah kesempatan kita terutama santri untuk lebih memperdalam dan memahami kitab kuning. Karena kitab kuning itu merupakan referensi hebat umat Islam.

Baca juga:

penguatan atlet dan pelatih dalam meraih medali jelang porprov 2022

surabaya harus menjadi kota perdagangan

“Insyaa Allah kedepan kami membantu pengadaan kitab kuning untuk tahun 2022 karena itu salah satu kewajiban  pemerintah bukan kewajiban ulama. Jadi pemerintah harus peduli terhadap pesantren. Saya bangga dengan keberadaan Ponpes Cintawana. Ponpes telah menjadi pabrik manusia yang berakhlaqul karimah”, terangnya.

Baca juga:

gubernur khofifah jawa timur segera bangkit dan pulih dari pandemi

Memperingati Hari Santri Nasional FPP Kabupaten Tasik Gelar MQK dI Ponpes Cintawana. Lebih lanjut, Bupati menuturkan Pemda Kabupaten Tasikmalaya telah membuat Peraturan Daerah  tentang fasilitasi pesantren.

“Insyaa Allah Perda ini paling baik dan paling komprehensif di Indonesia. Bukan hanya berbicara tentang pesantren, tetapi pengakuan dan perhatian terhadap keberadaan dewan masyayikh”, pungkasnya.

(M.Muhlis)