• Senin, 4 Juli 2022

Ekonomi Membaik, PKS: Pemerintah Jangan Malah Naikkan Tarif Listrik, Gas, KRL dan BBM.

- Rabu, 18 Mei 2022 | 19:15 WIB
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati Memberikan Catatan Atas Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Terkait Pertumbuhan Ekonomi.
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati Memberikan Catatan Atas Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Terkait Pertumbuhan Ekonomi.

Suaramuda.co.id _ Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati Memberikan Catatan Atas Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Terkait Pertumbuhan Ekonomi. Rabu (18/05/2022) 

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati memberikan catatan atas publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01 persen pada kuartal I-2022. Pertumbuhan ini, kata Anis, tidak lepas dipengaruhi oleh Low Bassed Effect. BPS telah merilis laporan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2022. 

“Kita harus objektif memberikan nilai baik atas pertumbuhan ekonomi ini, karena pada kuartal satu tahun 2021 terjadi kontraksi ekonomi sebesar 0,76 persen. Dan pada kuartal sebelumnya pertumbuhan ekonomi turun 0,96 persen," ujar Anis.

Namun, Anis menyayangkan minusnya belanja pemerintah pada kuartal ini. "Jika belanja pemerintah pada kuartal ini tidak negatif  (-7,74%),  hasilnya pasti lebih optimal. Dorongan terbesar justru berasal dari tingginya harga komoditas dan konsumsi rumah tangga," lanjutnya di Jakarta (14/5/2022).

Baca Juga: Monitoring UPTD Dinas Peternakan Wilayah 7 Sagaranten, Tidak Ditemukan Indikasi PMK

Menurut anggota Komisi XI DPR RI ini, minusnya belanja pemerintah membuktikan bahwa kinerja pemerintah belum membaik. Padahal gerak cepat pemerintah diperlukan saat ekonomi nasional belum sepenuhnya stabil.

"Pemerintah seolah tidak ingin memperbaiki kualitas belanjanya yang seringkali menumpuk di akhir tahun. Akhirnya berdampak tidak positif terhadap pemulihan ekonomi nasional," kata Anis. Ia menilai tidak optimalnya belanja pemerintah pada kuartal I-2022, justru 'menghambat' pertumbuhan dan akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga memiliki nilai strategis dalam peningkatan ekonomi nasional. "Selama ini, kita selalu ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Di kuartal I-2022 ini saja angka kontribusi pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 53,65 persen dari total PDB," papar Anis.

Baca Juga: Polsek Nagrak Polres Sukabumi Membubarkan Aksi Tawuran Pelajar

Halaman:

Editor: Aris SuaraMuda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Politikus Amien Rais Ingatkan Presiden Jokowi

Selasa, 15 Maret 2022 | 18:54 WIB

Terjadi Kebakaran 39 Rumah Warga Hangus

Senin, 14 Maret 2022 | 09:53 WIB

Terpopuler

X