Jadwal Puasa Ramadhan 2023 1444 Hijriah (Imsakiyah & Berbuka)

Peter Ariansyah May 6, 2024

Saat ini, semua orang sedang menyambut datangnya bulan suci ramadhan yang selalu dirindukan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Puasa ramadhan tahun 2023 atau 1444 Hijriah yang sudah didepan mata ini telah memiliki jadwal tersendiri di kalender nasional dan beberapa organisasi besar islam telah menetapkannya.

Bulan ramadhan tahun ini tentunya telah ditunggu-tunggu dan disambut dengan suka cita. Banyak orang yang berbondong-bondong untuk mencari ridho-Nya pada bulan ini karena bulan ini merupakan bulan penuh ampunan dan penuh berkah. Sehingga wajar jika kita semua menyambut baik kehadiran bulan suci ini.

Umat Islam di seluruh dunia juga sering menjadikan bulan suci ini sebagai ajang berlomba-lomba dalam kebaikan. Sebab kebaikan yang dilakukan pada bulan ramadhan ini akan dilipat gandakan pahala yang diperoleh dan sebaliknya, keburukan-keburukan juga akan dilipat gandakan dosanya.

Sehingga bulan ini akan menjadi momentum terbaik untuk dijadikan sebagai perwujudan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Namun semakin mendekati jatuhnya 1 Ramadhan 1444 H juga masih banyak yang belum mengetahuinya. Sehingga bagi yang belum mengetahuinya bisa menyimak artikel ini hingga selesai.

Beberapa Cara Penetapan Jadwal Puasa Ramadhan 2023

Beberapa Cara Penetapan Jadwal Puasa Ramadhan 2023

Seperti yang kita ketahui, di Indonesia terdapat sebuah forum yang dinamakan Sidang Isbat untuk penetapan jadwal puasa dan lebaran. Namun mungkin banyak yang belum mengetahui atas dasar apa para menteri dan para ulama Indonesia menetapkan awal puasa dan lebaran pada forum tersebut.

Sebenarnya terdapat beberapa cara untuk penetapan dari menentukan awal bulan baru dalam Islam. Salah satu yang paling populer di Indonesia adalah pengamatan hilal atau bulan yang terlihat pada langit setelah matahari terbenam. Tentunya pengamatan ini dilakukan oleh sejumlah pihak yang sudah profesional.

Bahkan pihak yang telah ditunjuk merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam penetapan awal bulan baru. Namun terdapat beberapa cara lain yang juga populer dan dilakukan di negara Indonesia. Adapun beberapa cara yang umum dilakukan untuk melakukan pengamatan sebagai berikut.

  1. Metode Hisab : Metode ini dilakukan dengan menghitung secara matematis gerak bulan dan matahari serta posisi mereka terhadap bumi. Tentunya metode ini juga memperhitungkan perbedaan waktu antara tempat pengamatan dan Mekkah.
  2. Metode Rukyat : Sedangkan metode ini dilakukan dengan mengamati hilal secara langsung dengan mata atau menggunakan alat seperti teleskop. Pengamatan dilakukan pada saat matahari terbenam di tempat yang tinggi dan jauh dari cahaya kota.

Setelah melakukan pengamatan-pengamatan tersebut, maka pemerintah akan memutuskan awal bulan baru pada forum yang bernama Sidang Isbat tadi. Untuk Sidang Isbat Ramadhan 2023 sendiri kemungkinan akan dilakukan pada tanggal 22 Maret 2023 untuk menentukan kapan jadwal puasa tahun ini.

Baca Juga : Bacaan Doa Ziarah Kubur Bulan Ramadhan (Arab & Latin)

Jadwal Awal Puasa Ramadhan Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah 2023

Jadwal Awal Puasa Ramadhan Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah 2023

Seringkali kita menemukan awal puasa dan lebaran yang mungkin berbeda di negara kita. Hal ini disebabkan karena metode dari pengamatan yang berbeda. Seperti misalnya Muhammadiyah yang menggunakan metode Hisab, sedangkan Pemerintah bersama NU yang lebih memilih menggunakan metode Rukyat.

Hal ini sebenarnya tidak bisa dijadikan sebagai bahan perdebatan, sebab kedua metode tersebut memiliki dasar yang kuat. Perdebatan tentang inilah yang sering menjadi masalah internal yang membuat kita menjadi terpecah belah. Sehingga kita perlu saling toleransi pendapat yang keduanya sama-sama benar.

Namun kabar baiknya untuk tahun 2023 ini seluruh umat muslim di Indonesia akan melaksanakan awal puasa secara bersamaan. Hal ini sesuai dengan perhitungan yang dilakukan oleh ketiga lembaga tersebut. Akan tetapi, Pemerintah bersama NU tentunya akan menunggu kepastian dari pengamatan rukyat nanti.

Tentunya kemunculan kabar ini membuat gembira seluruh Indonesia dimana dapat melaksanakan ibadah awal puasa secara bersamaan baik warga NU maupun Muhammadiyah. Nah, untuk lebih jelasnya lagi, di bawah ini kami telah merangkum dasar-dasar yang membuat munculnya kabar puasa tahun ini menjadi serentak.

Baca Juga : Kumpulan Link Grup WA Sahur Ramadhan Terbaru 2023

1. Awal Puasa Ramadhan 1444 H Menurut NU

Nahdlatul Ulama atau yang lebih dikenal dengan NU yang menganut metode rukyat sendiri sebenarnya juga melakukan metode hisab. Dimana mereka juga menggunakan kriteria MABIMS Baru dalam penentuan awal bulan Hijriah yang menghitung elongasi secara geosentrik atau dari pusat Bumi.

Berdasarkan hisab yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama, 1 Ramadhan 1444 H akan jatuh pada 23 Maret 2023. Namun, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa NU masih menunggu kepastian rukyat. Kemungkinan rukyat tersebut akan dilakukan pada tanggal 22 Maret 2023 di berbagai wilayah Indonesia.

2. Awal Puasa Ramadhan 1444 H Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah yang menganut metode hisab telah menetapkan tanggal kapan awal puasa ramadhan 2023 dari jauh-jauh hari. Organisasi besar ini telah menerbitkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2023 terkait Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1444 H sejak hari Sabtu, 21 Januari 2023 lalu.

Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah, mereka telah menetapkan bahwa awal puasa 1 Ramadhan 1444 H akan jatuh pada hari Kamis, 23 Maret 2023. Sehingga pada tanggal 22 malam nanti, warga Muhammadiyah akan melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah di masjid, mushola, maupun dirumah bersama keluarga.

Baca Juga : Ide Jualan Di Bulan Puasa yang Kekinian Dengan Modal Kecil

Dasar yang Membuat Jadwal Awal Bulan Puasa Ramadhan Indonesia Serentak di Tahun 2023

Dasar yang Membuat Jadwal Awal Bulan Puasa Ramadhan Indonesia Serentak di Tahun 2023

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa penetapan ramadhan di Indonesia dilakukan dengan metode Hisab dan Rukyat. Kedua metode ini saling berkaitan satu sama lain untuk menentukan awal ramadhan ataupun awal bulan baru dalam kalender Islam atau yang lebih dikenal dengan Hijriah.

Menurut analisis Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) Thomas Djamaluddin mengatakan kesamaan memasuki awal Ramadhan 2023 karena dipersatukan oleh posisi Bulan.

“Posisi Hilal (bulan sabit tipis yang terlihat selepas matahari terbenam) sudah cukup tinggi, sehingga memenuhi kriteria wujudul hilal (terbentuknya hilal) dan MABIMS(Menteri-Mentri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) baru,” kata Thomas di Jakarta, Senin 20 Maret 2023.

Kriteria wujudul hilal dan MABIMS baru adalah dua kriteria utama penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan di Indonesia. Konjungsi atau kesegarisan Matahari-Bulan-Bumi yang menandai fase Bulan baru dan perhitungan bulan baru dalam penanggalan Bulan terjadi pada Rabu 22 Maret 2023 pukul 00.23 WIB.

Konsekuensinya, sesuai data Ephemeris Hisab Rukyat 2023, Kemenag. Dimana posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh Indonesia pada Rabu petang akan memiliki tinggi 7,01 derajat-8,72 derajat dan elongasi atau jarang matahari dan bulan mencapai 7,94 derajat- 9,54 derajat.

Berdasar kriteria awal bulan MABIMS Baru yang mensyaratkan awal bulan Hijriah dimulai ketika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sehingga dengan perhitungan inilah pada Rabu petang sudah masuk bulan Ramadhan. Oleh karenanya, 1 Ramadhan 1444 H kemungkinan akan dimulai kamis 23 Maret 2023.

Meskipun begitu, perhitungan ini masih menunggu pembuktian secara rukyat pada tanggal 22 Maret 2023 sore nanti. Pengamatan metode rukyat tersebut dilakukan oleh sejumlah lembaga ormas Islam serta lembaga pemerintah. Sehingga pembuktian ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Artikel Terkait