Apa Fungsi Sel Darah Merah? Simak Pengertiannya Disini!

Peter Ariansyah May 15, 2024

Dalam tubuh manusia, terdapat sel darah merah yang memiliki fungsi dan peranan sangat penting untuk menjaga fungsi organ. Sel darah merah atau eritrosit ini bekerja dengan mengikat oksigen dari paru-paru yang berasal dari pernapasan untuk kemudian disalurkan ke seluruh jaringan tubuh manusia.

Dalam eritrosit terkandung hemoglobin (Hb) yang membuat sel darah tersebut memiliki warna merah. Pada kondisi normal, jumlah eritrosit semestinya paling tinggi dibandingkan dengan sel darah lainnya. Jika diamati dibawah mikroskop, sel darah merah memiliki bentuk bulat pipih, cekung di bagian tengah, dan tidak berinti.

Apabila jumlah eritrosit dalam tubuh normal, maka jaringan organ didalam tubuh dapat berfungsi dengan baik. Sebaliknya apabila kekurangan sel darah merah maka bisa mengakibatkan menurunnya fungsi jaringan atau bahkan berhenti sama sekali dan menyebabkan kinerja buruk didalam tubuh manusia.

Eritrosit atau sel darah merah pada umumnya hanya dapat hidup selama 120 hari setelah terbentuk lewat sumsum tulang. Tentunya pembahasan mengenai sel darah merah ini akan sangat menarik jika kita bahas dalam artikel ini, oleh karena itu, bagi pembaca yang tertarik dengan pembahasan ini, maka simak ulasan berikut.

Pengertian Dari Sel Darah Merah

Sel Darah Merah atau yang disebut juga dengan eritrosit adalah kepingan darah yang memiliki bentuk bulat pipih dengan ceruk kecil di tengahnya. Bentuk dari sel darah merah sendiri sangatlah elastis dan bisa menyesuaikan bentuk saat mengalir melewati pembuluh kapiler yang ukurannya sangat kecil.

Sifatnya yang elastis inilah yang membuat eritrosit mudah menyebar ke seluruh bagian tubuh manusia. Selain itu, sel darah yang satu ini juga mengandung Hb yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membentuk kepingan darah yang kemudian mengalirkannya ke seluruh tubuh manusia.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa eritrosit ini hanya hidup selama 120 hari dan setelah itu, sel yang sudah tua akan rusak dan dipecahkan oleh limpa. Untuk memenuhi kebutuhan eritrosit, maka akan dibentuk sel-sel darah baru dengan proses yang terjadi di dalam tulang pipih dan tulang pendek.

Sel darah yang baru dibentuk dan belum matang disebut dengan retikulosit, dimana jumlahnya dapat mencapai 1-2% dari total jumlah eritrosit. Selain itu, sel darah merah atau eritrosit juga memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu membantu proses pertukaran karbondioksida pada paru-paru dengan oksigen.

Baca Juga : Teknik Dasar Bola Basket, Sejarah, Aturan & Peraturannya

Berikut Jumlah Sel Darah Merah pada Laki-laki dan Perempuan

Jumlah Sel Darah Merah pada Laki-laki dan Perempuan

Sel darah merah atau eritrosit memiliki jumlah yang berbeda-beda antara laki-laki maupun perempuan. Bahkan jumlahnya juga bisa berbeda-beda tergantung tempat tinggal dari manusia dan juga dikarenakan oleh kondisi-kondisi tertentu. Sehingga setiap manusia memiliki jumlah yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, diperlukan suatu perhitungan melalui tes pemeriksaan darah (complete blood count). Tes ini sendiri membutuhkan sampel beberapa orang kategori pria dewasa, wanita dewasa, dan anak-anak. Nah, berikut ini merupakan jumlah eritrosit normal pada manusia sesuai tes yang telah dilakukan.

Pria Dewasa4,7 – 6,1 juta per mikroliter darah
Wanita Dewasa4,2 – 5,4 juta per mikroliter darah
Anak-anak4 – 5,5 juta per mikroliter darah

Setelah dilakukannya tes tersebut, dapat ditemukan berapa jumlah eritrosit seseorang dan diketahui apakah normal atau tidak. Namun, terdapat beberapa kondisi tertentu yang bisa mempengaruhi jumlah eritrosit pada manusia. Misalnya saja jumlah eritrosit normal pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi atau pegunungan.

Penyebab jumlah eritrosit berbeda pada orang di dataran tinggi dan dataran rendah dijelaskan dalam salah satu jurnal berjudul Frontiers in Psychology yang mengatakan bahwa orang yang berada di dataran tinggi, tubuhnya menciptakan eritrosit secara terus menerus yang menyebabkan jumlah oksigen lebih banyak.

Sehingga apabila mengacu pada jurnal tersebut, bisa disimpulkan bahwa rentang jumlah kadar eritrosit normal pada manusia tidak bisa menjadi suatu patokan yang pasti. Namun, untuk mengetahui jumlah eritrosit yang normal maka bisa mengacu pada pada hasil tes yang sudah kami sediakan dalam tabel di atas.

Baca Juga : Ukuran Lapangan Bola Basket Standar FIBA

Apa Fungsi Dari Sel Darah Merah Pada Tubuh Manusia?

Apa Fungsi Dari Sel Darah Merah Dalam Tubuh Manusia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sel darah merah memiliki fungsi yang sangat penting pada tubuh manusia agar dapat berjalan sebagaimana mestinya. Fungsi utama dari sel darah merah sendiri adalah untuk mengikat oksigen dari paru-paru dan dibawa ke jaringan yang ada diseluruh tubuh.

Jumlah dari eritrosit atau sel darah merah ini sebaiknya tetap dibatas normal, tidak kekurangan dan juga tidak berlebihan agar tubuh tidak mengalami gangguan kesehatan. Sehingga fungsi dari eritrosit ini sendiri akan bekerja dengan baik dan tubuh juga akan memberikan reaksi sebagaimana mestinya.

Akan tetapi, eritrosit sebenarnya memiliki fungsi yang jauh lebih luar dari sekedar mengangkut oksigen saja. Menurut website Pustaka Universitas Padjadjaran, fungsi sel-sel darah merah di dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut.

  1. Membentuk oksihemoglobin yang bersama aliran darah, oksihemoglobin beredar ke seluruh tubuh. Selanjutnya, oksigen tersebut dilepas pada sel-sel tubuh untuk proses oksidasi biologi sehingga Hb bebas kembali.
  2. Mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh menuju paru-paru.
  3. Memelihara keseimbangan asam basa tubuh.
  4. Mengandung banyak sekali karbonik anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbondioksida dan air. Sehingga meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik tersebut beberapa ribu kali lipat.

Itulah beberapa fungsi utama sel darah merah dalam tubuh manusia menurut Pustaka Universitas Padjadjaran. Setelah mengetahuinya, maka para pembaca pada saat ini sudah tidak kebingungan lagi dengan fungsi dari eritrosit. Namun, bagaimana dengan akibat kelebihan dan kekurangan sel darah merah?

Baca Juga : Viral Hujan Cacing di China! Benarkah? Pertanda Apa?

Apa yang Terjadi Jika Seseorang Mengalami Kelebihan dan Kekurangan Sel Darah Merah?

Akibat yang Terjadi Apabila Kelebihan dan Kekurangan Sel Darah Merah

Sesuai dengan yang sudah dijelaskan, eritrosit berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh termasuk juga membawa nutrisi yang dihasilkan dari pencernaan. Kondisi darah yang normal ini akan membuat tubuh menjadi sehat dan organ tubuh bekerja dengan baik sebagaimana mestinya.

Namun, ada kalanya orang mengalami jumlah sel darah kurang atau lebih dari normalnya sesuai jenis kelaminnya. Sehingga mengakibatkan beberapa hal yang akan terjadi terutama ketika kekurangan darah atau yang sering disebut dengan anemia. Anemia sendiri merupakan suatu kondisi yang memiliki konsentrasi Hb yang rendah.

WHO memberikan data bahwa 40% ibu hamil dan 42% anak balita berpotensi mengalami anemia. Anemia sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yaitu anemia aplastik, anemia kekurangan zat besi, anemia sickle cell, anemia kekurangan vitamin, dan thalasemia yang membuat produksi protein menjadi terganggu.

Sebaliknya, akibat kelebihan sel darah merah atau kadar eritrosit tinggi ini dinamakan dengan polisitemia vera. Dari keadaan sel darah merah yang melebihi normal ini bisa memicu pertumbuhan jaringan abnormal. Bahkan jumal yang terlalu banyak ini juga bisa menjadi suatu jenis kanker yang bermula dari sumsum tulang belakang.

Akibat dari eritrosit tinggi ini bisa menyebabkan darah mengental. Pengentalan darah sendiri membuat darah menjadi lebih lambat dalam menyampaikan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga jaringan tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen dalam jumlah seharusnya. Contoh penyakit dari keadaan ini adalah stroke dan serangan jantung.

Artikel Terkait