Manajemen Operasional: Komponen, Tujuan, Fungsi & Contohnya

Jumalia Khusna May 12, 2024

Manajemen operasional adalah cabang dari manajemen yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengaturan aktivitas operasional suatu organisasi atau perusahaan. Hal ini meliputi pengaturan dan pelaksanaan proses bisnis, produksi, pengadaan bahan baku, manajemen persediaan, pengendalian kualitas, dan pengaturan sumber daya lainnya yang terkait dengan operasi perusahaan.

Manajemen operasional bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang efektif dan efisien, serta meningkatkan kinerja operasional dan kepuasan pelanggan.

Untuk mencapai tujuan ini, manajemen operasional harus melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan peningkatan terus menerus dalam aktivitas operasional.

Manajemen operasional juga melibatkan penggunaan teknologi dan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Hal ini meliputi penggunaan sistem manajemen persediaan, sistem manajemen produksi, dan sistem manajemen rantai pasokan.

Dalam organisasi, manajemen operasional bekerja sama dengan manajemen lainnya, seperti manajemen keuangan dan manajemen pemasaran, untuk memastikan bahwa semua aktivitas berjalan dengan lancar dan berkontribusi pada kesuksesan organisasi secara keseluruhan.

Oleh karena itu, manajemen operasional merupakan fungsi penting dalam manajemen perusahaan dan diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara yang efektif dan efisien.

Berbagai Komponen Penting Dalam Sebuah Manajemen Operasional

Komponen Penting Dalam Manajemen Operasional

Manajemen operasional meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan operasional, seperti produksi, distribusi, pemasaran, dan layanan pelanggan. Beberapa komponen penting dalam manajemen operasional adalah sebagai berikut:

Baca juga: Pengertian Teks Ulasan, Struktur, Jenis Dan Contohnya

1. Perencanaan operasional

Proses perencanaan operasional meliputi pembuatan rencana dan strategi untuk mengelola sumber daya bisnis seperti tenaga kerja, bahan baku, mesin, dan fasilitas. Rencana operasional harus disesuaikan dengan strategi bisnis dan tujuan jangka panjang perusahaan.

2. Pengendalian operasional

Melibatkan pengawasan dan pengendalian proses operasional agar sesuai dengan rencana dan strategi yang telah ditetapkan. Pengendalian ini mencakup pengawasan terhadap biaya, waktu, dan kualitas produk atau layanan yang dihasilkan.

3. Proses produksi

Proses produksi meliputi seluruh kegiatan yang terlibat dalam produksi barang atau layanan. Hal ini termasuk pengadaan bahan baku, manajemen persediaan, pengendalian kualitas, dan proses produksi itu sendiri.

4. Manajemen rantai pasokan

Dapat melibatkan koordinasi antara pemasok, produsen, distributor, dan pelanggan untuk memastikan pasokan dan permintaan barang dan jasa terpenuhi dengan baik.

5. Manajemen kualitas

Manajemen kualitas melibatkan pengawasan dan pengendalian kualitas produk atau layanan yang dihasilkan. Hal ini mencakup penerapan standar kualitas, pengukuran kinerja, dan perbaikan berkelanjutan.

Dalam keseluruhan, manajemen operasional penting untuk memastikan kegiatan bisnis berjalan dengan efisien dan efektif, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Berikut Karakteristik Dalam Membangun Sebuah Manajemen Operasional yang Baik

Karakteristik manajemen operasional mencakup sejumlah faktor yang terlibat dalam pengelolaan proses bisnis. Simak informasi lengkapnya di bawah ini, berikut adalah beberapa karakteristik utama dari manajemen operasional :

  1. Fokus pada proses: Operational management berfokus pada pengelolaan proses bisnis, termasuk alur kerja, aktivitas, dan prosedur operasional. Hal ini melibatkan identifikasi proses bisnis yang kritis, mengevaluasi efektivitas proses, dan mencari cara untuk meningkatkan kinerja proses.
  2. Penggunaan sumber daya: Operational management mengoptimalkan penggunaan sumber daya perusahaan, termasuk tenaga kerja, mesin, bahan baku, dan teknologi. Hal ini melibatkan pengelolaan persediaan, manajemen produksi, dan penjadwalan aktivitas untuk memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efektif dan efisien.
  3. Kualitas: Operational management berfokus pada menciptakan produk atau layanan berkualitas tinggi. Hal ini melibatkan pemantauan kualitas, pengukuran kinerja, dan perbaikan terus menerus dalam proses bisnis.
  4. Efisiensi: Operational management bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, dengan cara meminimalkan waktu, biaya, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Hal ini mencakup optimasi proses, penggunaan teknologi, dan peningkatan efektivitas penggunaan sumber daya.
  5. Fleksibilitas: Operational management perlu fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dalam lingkungan bisnis dan permintaan pasar. Hal ini melibatkan penggunaan teknologi yang memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan permintaan pasar.
  6. Keterlibatan karyawan: Operational management melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan proses bisnis. Hal ini mencakup pelatihan karyawan, pembagian tanggung jawab, dan pengembangan tim yang efektif.

Karakteristik manajemen operasional sangat penting untuk membantu perusahaan mencapai tujuan dan sasaran mereka. Dengan fokus pada pengelolaan proses bisnis, penggunaan sumber daya yang efektif dan efisien, meningkatkan kualitas, dan memastikan fleksibilitas

Apa Saja Tujuan Manajemen Operasional?

Tujuan Manajemen Operasional

Tujuan dari manajemen operasional adalah untuk mengelola proses bisnis secara efisien dan efektif, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Berikut adalah beberapa tujuan khusus dari Operational management :

  1. Meningkatkan efisiensi operasional: Tujuan utama dari Operational management adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Efisiensi ini mencakup penggunaan sumber daya bisnis, waktu, dan biaya untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dengan meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan keuntungan.
  2. Meningkatkan kualitas produk atau layanan: Tujuan lain dari manajemen operasional adalah untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan meningkatkan kualitas produk atau layanan, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, membangun reputasi perusahaan yang baik, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
  3. Mengurangi potensi: Operational management bertujuan untuk mengurangi potensi yang terkait dengan proses operasional perusahaan. Potensi tersebut dapat berupa kegagalan produksi, kekurangan bahan baku, atau masalah lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Dengan mengurangi potensi, perusahaan dapat memastikan kelangsungan bisnis yang berkelanjutan.
  4. Meningkatkan produktivitas: Tujuan Operational management adalah meningkatkan produktivitas perusahaan, baik dalam hal produksi atau pelayanan. Dengan meningkatkan produktivitas, perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak produk atau layanan dengan menggunakan sumber daya yang sama, yang dapat meningkatkan keuntungan perusahaan.
  5. Mengoptimalkan rantai pasokan: Tujuan Operational management adalah untuk mengoptimalkan rantai pasokan perusahaan, termasuk pemasok, produsen, distributor, dan pelanggan. Dengan mengoptimalkan rantai pasokan, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, meningkatkan kualitas, dan mengurangi biaya produksi.

Dalam keseluruhan, tujuan manajemen operasional adalah untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengelola proses bisnis secara efisien dan efektif.

Inilah Fungsi Dari Manajemen Operasional

Fungsi Manajemen Operasional

Fungsi Operational management adalah mengelola aktivitas dan proses operasional perusahaan dengan cara yang efisien dan efektif, sehingga menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan stakeholder perusahaan. Operational management melibatkan lima fungsi utama, yaitu:

  1. Perencanaan: Fungsi perencanaan mencakup perencanaan strategis, taktis, dan operasional untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Perencanaan operasional melibatkan perencanaan produksi, persediaan, dan pengaturan sumber daya lainnya.
  2. Pengorganisasian: Fungsi pengorganisasian mencakup pengorganisasian sumber daya dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Hal ini mencakup penugasan tugas dan tanggung jawab, pembagian wewenang, dan pengaturan alur kerja.
  3. Pelaksanaan: Fungsi pelaksanaan mencakup pelaksanaan rencana dan pengaturan operasional, termasuk produksi, distribusi, dan pengelolaan persediaan. Fungsi ini juga melibatkan pelatihan karyawan dan pengembangan tim untuk memastikan kinerja operasional yang optimal.
  4. Pengawasan: Fungsi pengawasan mencakup pemantauan kinerja operasional, pemantauan hasil, dan evaluasi proses untuk menemukan cara untuk meningkatkan kinerja. Hal ini melibatkan pengukuran kinerja, pemantauan persediaan, dan pengawasan proses produksi.
  5. Peningkatan terus menerus: Fungsi peningkatan terus menerus mencakup perbaikan proses dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Hal ini melibatkan analisis data, identifikasi area perbaikan, dan pengembangan solusi yang inovatif.

Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran perusahaan, fungsi-fungsi harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Kegagalan dalam salah satu fungsi dapat berdampak negatif pada operasi keseluruhan perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial.

Contoh Operational management Beserta Ruang Lingkupnya

Contoh Operational management Beserta Ruang Lingkupnya

Contoh dari penerapan Operational management adalah pada perusahaan manufaktur, logistik, dan jasa. Berikut adalah beberapa contoh ruang lingkup Operational management pada industri-industri tersebut:

  1. Perusahaan manufaktur: Ruang lingkup Operational management pada perusahaan manufaktur meliputi perencanaan produksi, pengelolaan persediaan, perencanaan dan pengaturan kapasitas, pengendalian kualitas, pengawasan produksi, dan pengawasan biaya produksi.
  2. Perusahaan logistik: Ruang lingkup Operational management pada perusahaan logistik meliputi perencanaan rute dan transportasi, pengaturan persediaan, pengaturan kapasitas, pengawasan pengiriman, pengendalian kualitas, dan pengawasan biaya operasional.
  3. Perusahaan jasa: Ruang lingkup Operational management pada perusahaan jasa meliputi perencanaan sumber daya manusia, pengelolaan jadwal, pengawasan kualitas layanan, pengendalian biaya operasional, dan pengawasan pelanggan.

Dalam ruang lingkup manajemen operasional, perusahaan harus mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang dimiliki, seperti tenaga kerja, material, dan mesin, sehingga dapat menghasilkan produk atau layanan yang berkualitas tinggi dengan biaya yang efisien.

Hal ini akan membantu perusahaan mencapai tujuan dan sasaran bisnisnya secara efektif dan efisien, serta meningkatkan kepuasan pelanggan dan keuntungan perusahaan.

Artikel Lainnya:

Artikel Terkait