Teks Debat, Unsur, Struktur, Ciri-Ciri Beserta Contohnya (Singkat)

Emir Al July 1, 2024

Teks debat adalah teks yang dibutuhkan untuk menyampaikan tanggapan ataupun sanggahan. Apabila diartikan secara umum, debat adalah strategi dalam melakukan adu pendapat agar argumen yang kamu miliki tidak dapat dipatahkan pihak lawan. Sederhananya, debat sendiri bisa diartikan sebagai adu argumen untuk mencapai suatu kemenangan mutlak di satu pihak.

Debat sendiri sudah menjadi suatu hal yang akrab dengan kehidupa sehari-hari. Biasanya pada kegiatan debat yang sering ditemui adalah pada perlombaan di sekolah, debat acara formal bahkan sekarang sudah banyak debat yang ditampilkan di TV Nasional maupun media sosial.

Apakah kamu salah satu orang yang suka bedebat dan beradu pendapat? Eits, tunggu dulu. Debat bukan hanya sekedar beradu pendapat dan oomongan dengan asal, namun untuk berdebat ada keterampilan yang harus kamu miliki. Oleh sebab itu, yuk simak artikel di bawah ini untuk lebih tahu tentang debat dan segala seluk beluknya.

Apa Saja Unsur-Unsur yang Bisa Ditemukan Pada Teks Debat?

Hal mendasar yang perlu kamu ketahui tentang debat adalah unsur-unsur yang ada di dalamnya. Unsur yang dimaksud adalah hal-hal yang terdapat di dalam suatu teks debat yang membuat debatmu menjadi baik. Berikut unsur-unsurnya :

Baca juga: Contoh Surat Izin Sakit Sekolah, Kuliah Dan Kerja (Tulisan Tangan)

1. Mosi

Unsur debat yang akan mimin bahas pertama adalah mosi. Mosi adalah unsur debat yang sangat berkaitan dengan suatu hal atau topik yang tengah diperdebatkan oleh seluruh peserta debat.

Mosi sendiri biasanya merupakan satu kalimat utuh, minimal terdiri dari subjek, predikat dan juga objek. Adanya mosi menjadi sebuah penentu sikap untuk bisa menghasilkan pihak yang akan mendukung atau pihak mana yang pro atau kontra.

2. Definisi

Unsur selanjutnya adalah definisi. Definisi ini masih memiliki kaitan dengan mosi. Definisi ini merupakan sebuah pembatasan mosi yang memiliki tujuan supaya isu yang sedang diperdebatkan di dalam debat menjadi lebih fokus dan terarah.

3. Argumentasi

Selanjutnya yang akan mimin bahs tentang unsur debat adalah argumentasi. Argumentasi ini adalah bagian yang di dalamnya menjelaskan alasan mengapa kamu mengatakan setuju ataupun tidak setuju terhadap sebuah uraian yang akan disampaikan oleh tim pro dan juga tim kontra.

Biasanya juga, argumentasi ini disertai dengan sebuah ide, analisis dan juga bukti yang mendukung argumen tersebut. Buti dan juga fakta yang terlampir ini harus sejalan dengan argumen yang akan kamu agar semuanya menjadi masuk akal.

4. Sanggahan

Unsur keempat dalam debat adalah sanggahan. Sanggahan dapat diartikan menjadi respon terhadap argumen yang telah disampaikan lawan. Sanggahan ini memiliki guna untuk membuktikan bahwa argumen yang diutarakan lawan tidak sepenuhnya benar dan tidak penting.

Sama dengan argumentasi, sanggahan juga harus didukung dengan bukti dan juga fakta yang sesuai dan masuk akal.

5. Tim Afirmatif

Tim afirmatif merupakan unsur selanjutnya yang ada dalam debat. Afirmatif biasa dikenal juga dengan pihak yang akan mendukung (pro) atas hal yang sedang diperdebatkan (mosi). Selanjutnya pihak pro akan menjelaskan dengan bermacam uraian tentang alasan mengapa ia setuju dengan mosi tersebut.

Apabila kamu berada dalam tim afirmatif ini, maka jangan sampai argumen yang kamu siapkan bertentangan dengan isi mosi debat. Kalau itu terjadi, maka pendapatmu bisa diserang dengan mudah oleh pihak lawan.

6. Tim Oposisi

Kebalikan dari tim afirmatif. Tim oposisi adalah tim yang tidak mendukung atau kontra dengan mosi yang sedang diperdebatkan. Tim oposisi dalam debat bertugas untuk melakukan sanggahan terhadap tim afirmatif.

7. Tim Netral

Unsur debat yang selanjutnya adalah tim netral.Jadi, tidak hanya tim afirmatif dan tim oposisi, namun ada juga tim netral yang posisinya berada di tengah-tengah.

Tim ini merupakan tim yang tida memihak kepada tim afirmatif ataupun tim oposisi, ia akan berada di tengah dan bersikap netral sesuai dengan namnya.

8. Moderator

Selanjutnya adalah moderator. Moderator memiliki peranan yang penting dalam debat karena moderator memiliki tugas untuk memimpin dan membantu jalannya debat.

Tugas moderator ini dimulai dengan membacakan tata tertib yang berlaku selama debat, mengatur dalam mengajukan pertanyaan dan menjadi pihak penengah antara kedua tim pro dan kontra.

Moderator juga dituntut untuk menguasai materi debat, baik itu yang berkaitan dengan pro ataupun kontra. Hal ini untuk membuat moderator lebih paham dan sigap dalam mengambil tindakan ketika debat sedang berlangsung.

9. Peserta Debat

Peserta debat atau biasa dikenal dengan penonton adalah orang yang mengikuti jalannya pertandingan debat dengan aktif. Biasanya pada akhir sebuah debat para penonton juga diminta untuk menyampaikan opini dan memutuskan pemenang dari debat bersama dengan juri melalui voting.

Biasanya penonton debat diisi oleh par pelajar ,para guru, mahasiswa atau bisa juga masyarakat umum yang tertarik untuk mengikuti jalannya debat.

10. Notulis

Notulis adalah unsur debat yang terakhir dalam debat. Pada saat debat berlangsung, ada orang yang bertugas mencatat seluruh jalannya debat. Mulai dari argumen dan sanggahan dari tiap tim, pertanyaan-pertanyaan dan sampai ke kesimpulan. Semua itu dicatat oleh notulis.

Tugas dari notulis adalah mencatat seluruh jalannya debat dan kesimpulannya. Notulis juga memiliki tugas untuk mencatat nama dan pertanyaan berikut jawaban yang dilontarkan selama debat.

Berikut Macam-Macam Atau Jenis Dari Teks Debat Bahasa Indonesia

Berikut Macam-Macam Atau Jenis Dari Teks Debat Bahasa Indonesia

1. Teks Debat Pemeriksaan Ulang

Debat pemeriksaan ulang ini atau bahasa kerennya cross-examination debating memiliki tujuan untuk dapat mengetahui kebenaran dari pemeriksaan yang sudah dilakukan sebelumnya. Pada debat ini nantinya akan diajukan berbagai macam pertanyaa. Pertanyaan yang diberikan pun harus berkaitan antara satu dengan yang lain.

Hal ini sendiri dilakukan supaya seluruh individu bisa membantu menunjang posisi yang nantinya akan mereka tegakkan dan juga diperkuat oleh pihak yang akan memberikan pertanyaan.

2. Teks Debat Parlementer

Debat parlementer juga dikenal dengan debat majelis (Assembly of parliamentary debating) emiliki tujuan untuk bisa mendukung undang-undang yang nantinya akan disusun, dievaluasi sampai dengan disahkan.

Pada debat yang satu ini semua anggota debat memiliki hak untuk mengajukan pendapatnya dan juga gagasannya. Bagi yang mendukung ataupun menentang usul yang tengah disampaikan semua diperbolehkan namun menunggu izin dari majelis debat terlebi dahulu yang sebelumnya didukung dengan alasannya.

Debat parlemen ini bersifat formal karena terkait dengan . Oleh sebab itu, berbagai aturan dan juga prosedur yang berlaku selama sidang juga lebih ketat.

3. Teks Debat Formal

Debat ini biasa disebut formal conventional, or educational debating. Debat yang satu ini memiliki sifat yang mengarah kepada hal-hal berbau positid untuk kepentingan bersama.

Debat formal juga memberikan kesempatan yang sama kepada masing-masing tim untuk dapat menyampaikan gagasan dan juga pro atau kontranya kepada audiens atau peserta debat.

Namun argumen yang akan disampaikan haruslah jelas, kuat dan masuk akal. Karena topik yang dibahasa untuk kepentingan bersama. Memang debat ini bersifat kompetitif, namun tujuan akhirnya tetaplah untuk mengambangkan keterampilan dari para peserta debat.

Struktur-Struktur yang Ada di Dalam Debat

Struktur-Struktur yang Ada di Dalam Debat

Selain ada unsur-unsur dalam debat, di dalam debat juga terdapat struktur-struktur yang membuat debat menjadi lebih kokoh dan terarah. Struktur pada teks debat ini harus kamu perhatikan dan juga harus ada dalam teks tersebut untuk membuat teks debatmu menjadi baik dan sesuai. Di bawah ini adalah struktur-strukturnya :

1. Perkenalan Isu

Sebelum memulai suatu debat, kamau harus memperkenalkan isu atau topiknya terlebih dahulu. Biasanya, topik yang dibahas adalah topik yang tengah ramai dibahas dan mengandung banyak kontroversi di tengah masyarakat. Masing-masing pihak atau tim juga akan melakukan perkenalan terlebih dahulu.

2. Penyampaian Argumentasi

Ketika menyampaikan argumentasi, seluruh tim diharuskan untuk menyiapkan dan memaparkan data yang akurat, aktual dan juga real untuk mendukung argumentasi yang disampaikan saat debat berlangsung. Penyampaian ini bisa dimulai oleh satu pihak lalu ditimpali atau disanggah oleh pihak lawan hingga diakhiri oleh im netral.

Argumentasi juga harus jelas ya, yaitu argumentasi haruslah relevan, jelas, bersifat logis, sistematis dan didukung dengan bukti-bukti yang kuat.

3. Melakukan Debat

Setelah melakukan argumentasi, kamu juga memiliki hak untuk memaparkan sanggahan atas pernyataan dari tim lawan. Inilah yang dinamakan dengan debat.

4. Penegasan Ulang (Kesimpulan)

Akhir dari sebuah debat akan menghasilkan kesimpula yang sellau diawali dengan penutup yang telah disampaikan dari masing-masing tim. Kesimpulan ini memiliki tujuan untuk dapat menegaskan pernyataan yang ada di akhir terhadap bantahan atau juga pendapat yang disampaiakn oleh pihak kontra maupun pro.

Contoh Teks Debat yang Singkat dan Terbaik

Contoh Teks Debat yang Singkat dan Terbaik

Nah, jika kamu masih bingung dengan teks debat, maka kamu bisa simak teks debat yang ada di bawah ini. Walupun singkat, namun sudah mencakup seluruh isi dari struktur debat.

1. Contoh Teks Debat Seputar COVID-19

(Moderator)
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Terima kasih atas kehadirannya. Pada kesempatan kali ini, topik yang akan kita ambil untuk menjadi mosi pada pagi hari ini adalah topik tentang penggunaan vaksin untuk menanggulangi COVID-19.

(Tim Afirmasi)

Salah satu cara pemerintah untuk menekan angka penyebaran COVID-19 adalah dengan menyebarkan penggunaan vaksin.Oleh sebab itu, sebagai warga negara sudah semestinya kita mendukung dan turut serta penuh untuk membantu penekanan angka COVID-19 dan memutus rantai penyebarannya. Kita juga bisa mengedukasi warga sekitar untuk sadar akan pentingnya vaksin.

(Tim Oposisi)

Penggunaan vaksin memang salah satu hal yang sudah sangat ditunggu oleh masyarakat untuk dapat menanggulangi COVID-19, namun pada pengimplementasiannya tidak semudah itu. Dengan banyaknya jenis vaksin yang menyebar justru membuat khawatir masyarakat. Belum lagi efek samping dari vaksin yang kebanyakan membuat badan menjadi kurang nyaman.

(Kesimpulan)

Vaksin COVID-19 sendiri memang dinilai kurang efektif dalam mengatasi permasalahan COVID 19 yang tengah menajdi momok menakutkan bagi masyarakat. Dengan hadirnya vaksin sebagai solusi juga tidak lantas bisa meringankan beban dan kecemasan masyarakat. Dan juga, memang sudah seharusnya vaksin menjadi hal yang harus didapatkan oleh masyarakat, namun tidak bersifat memaksa. Semua keputusan ada di tangan perorangan.

Artikel Lainnya:

Artikel Terkait