• Senin, 8 Agustus 2022

Komisi I DPRD Lakukan Monitoring Pengawasan Perizinan Perusahaan Di Purabaya Dan Sagaranten

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 15:04 WIB
Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Turun Kelapangan Lakukan Monitoring Dan Pengawasan Perizinan Perusahaan Di Purabaya dan Sagaranten
Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Turun Kelapangan Lakukan Monitoring Dan Pengawasan Perizinan Perusahaan Di Purabaya dan Sagaranten

Suaramuda.co.id _ Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Turun Kelapangan Lakukan Monitoring Dan Pengawasan Perizinan Perusahaan Di Purabaya dan Sagaranten. Sabtu (16/07/2022)

Ketua Komisi I DPRD (Fraksi PDIP) Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman, SE., pimpin langsung kunjungan kerja, monitoring dan pengawasan perusahaan yang berada di wilayah Purabaya dan Sagaranten. Turut serta hadir Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Jalil Badilah (F-PAN), Andri Hidayana (F-PPP), H. Badru Dudu Mustofa (F-Gerindra), BPN, DPMPTSP, Camat Purabaya, Camat Sagaranten, Pol PP, Kapolsek Purabaya, Danposramil Purabaya, pihak perusahaan, sejumlah kepala desa serta perwakilan petani penggarap yang bertempat di Aula Kecamatan Purabaya.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman dalam kesimpulan hasil kunjungan kerja, monitoring, dan pengawasan perizinan perusahaan PT. Tutu Kekal terkait alih fungsi lahan menjadi komoditi Pisang Calvadis akan mengkaji ulang dimana hal tersebut terkait rencana pemanfaatan lahan 70 persen lahan kering dan 30 persen lahan basah.

" alih fungsi lahan menjadi komoditi Pisang Calvadis akan mengkaji ulang dimana hal tersebut terkait rencana pemanfaatan lahan 70 persen lahan kering dan 30 persen lahan basah " Terang Paoji Nurjaman

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Turun Kelapangan Lakukan Monitoring Dan Pengawasan Perizinan Perusahaan Di Purabaya dan Sagaranten

Baca Juga: Sekdis DKP Letakan Batu Pertama Pembangunan Lumbung Pangan Desa Margaluyu

Beliau meminta agar penggunaan lahan yang akan di alih fungsikan penanaman pisang Calvadis di inventaris apakah di 70 persen lahan kering sudah dapat memenuhi besaran luas lahan yang akan di alih fungsikan, jika sudah terpenuhi artinya tidak perlu lagi menggunakan 30 persen lahan basah.

" Kami meminta agar penggunaan lahan yang akan di alih fungsikan penanaman pisang Calvadis di inventaris terlebih dahulu apakah lahan 70 persen lahan kering sudah memenuhi kebutuhan penanaman komoditi pisang Calvadis " Tegasnya

Sementara di kesempatan yang sama beliau menjelaskan terkait perizinan PT Niaga Tama yang izin pembangunan gudang di wilayah Kecamatan Sagaranten didapat keterangan bahwa sudah di tempuh dan apabila ada kekurangan dirinya meminta untuk di selesaikan secepatnya. Dalam hal tersebut PT. Niaga Tama  akan memanfaatkan rekrutment pekerja yang ada di wilayah sekitar.

Halaman:

Editor: Aris SuaraMuda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rapat Konsolidasi Organisasi BP3 Jawa Barat

Kamis, 4 Agustus 2022 | 01:13 WIB

Satu Unit Rumah Ludes Terbakar Di Desa Datarnangka

Selasa, 2 Agustus 2022 | 21:42 WIB
X