Belum Masuk Masa Tanam, Pengguna Kartu Tani Belum Banyak

oleh -96 views
Belum Masuk Masa Tanam Pengguna Kartu Tani Belum Banyak
Belum Masuk Masa Tanam Pengguna Kartu Tani Belum Banyak

Belum Masuk Masa Tanam, Pengguna Kartu Tani Belum Banyak

SUARAMUDA.co.id – Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Penyuluhan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan, Arifin Hartanto menyebutkan sebanyak 49.257 petani terverikasi berpartisipasi dalam program Kartu Tani.

“Jumah petani terverifikasi 49.257, sedangkan kartu yang didistribusi 48.051,” jelasnya pada Minggu (28/2/2021).

Belum masuknya masa tanam membuat pengguna Kartu Tani belum banyak.

Jumlah penggunaan program Kartu Tani di Bantul belum sampai 50% hingga Februari 2021 meski kartu nyaris didistribusikan 100%.

Jumlah penggunaan kartu tani tersebut setara 27,05 persen, jauh dari separuhnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan Arifin, baru 12.997 Kartu Tani yang telah digunakan.

Lebih jauh, dari jumlah Kartu Tani yang telah didistribusikan, persentase penggunaan Kartu Tani masih rendah.

“Kalau inputnya Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sudah selesai untuk kartu tani yang diterbitkan dan distribusi dari BRI. RDKK yang input penyuluh pertanian,” ujarnya.

Selain itu kartu yang reject pun masih dalam perbaikan di Kementan dan BRI pusat.

Namun Arifin menuturkan saat ini masih ada kendala pada sejumlah kartu yang kuotanya masih kosong.

Secara teknis Kartu Tani hanya untuk satu petani. 

Disebutkan Arifin, rendahnya penggunaan Kartu Tani karena beberapa kartu mengalami masalah kuota kosong dan data yang reject. Selain itu kartu juga belum dipakai karena kebutuhan akan pupuk para petani berbeda-beda.

“Belum menggunakan untuk pengambilan pupuknya karena belum tanam dan membutuhkan pupuk,” terangnya.

Di samping itu, jumlah peserta Kartu Tani belum mencakup seluruh petani yang ada di Bantul. Pasalnya tidak semua petani lolos kriteria dan ada juga yang enggak mendaftar.

“Jumlah itu yang diinput oleh admin RDKK yang sesuai persyaratan, pengelolaan lahannya tidak lebih dari dua hektar dan juga ada petani yang tidak mau ribet sehingga tidak mengajukan haknya mendapat pupuk subsidi. Intinya hanya yang menyerahkan dokumen untuk diinput,” tandasnya.

Tentunya pupuk bersubsidi diharapkan juga sampai pada sasaran yang tepat, yakni petani yang membutuhkan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Yus Warseno berharap Kartu Tani dapat membantu kebutuhan pupuk para petani di Bantul.

“Harapan kami ke depan para petani dengan adanya kartu tani akan diperoleh data kebutuhan pupuk yang valid. Sehingga pelayanan akan lebih baik, kebutuhan pupuk, tepat kuota, tepat waktu, dan tepat sasaran,” imbuhmnya.

Belum Masuk Masa Tanam Pengguna Kartu Tani Belum Banyak