PSI: Memang Virus Hanya Sampai Jam 7 Malam?

oleh -187 views

SUARAMUDA.co.id,-Jam operasional toko dibatasi, PSI: Memang Virus hanya sampai jam 7 malam?, Dengan bertambahnya kasus Covid dan BOR yang mencapai 89,71 persen di Kota Bandung, Walikota Bandung mengatur Perwal yang kembali mengenakan pembatasan kegiatan masyarakat.

Secara umum, PSI Kota Bandung melalui Anggota Dewan nya di DPRD Kota Bandung menilai bahwa pembatasan yang dilakukan seharusnya lebih spesifik untuk membatasi kerumunan, bukan sekedar membatasi mobilitas yang berdampak negatif pada perekonomian Kota Bandung.

“Apakah virus beraktivitas dibatasi oleh waktu?” tanya Christian Julianto, Ketua Fraksi dari PSI pada Rabu (16/6/2021).

“Jika kita hanya membatasi waktu mobilitas tanpa mengubah perilaku usaha, maka masyarakat justru akan memaksimalkan waktu di pagi dan siang hari untuk beraktivitas, yang mana justru dapat menimbulkan kerumunan yang lebih besar. Kemudian di malam hari, dengan penutupan jalan utama, justru terjadi penumpukan dan kerumunan lain di jalan alternatif. Kita harus memikirkan bagaimana mencegah kerumunan, bukan membatasi ekonomi masyarakat,” katanya menjelaskan.

Dikatakan Christian, bahwa untuk menghindari kerumunan solusinya bukan dengan membatasi jam operasional, melainkan tempat berkumpulnya massa harus diperhatikan sepanjang waktu. Operasional toko/mall bisa saja tetap berjalan jika mereka melayani penjualan online dibantu dengan jasa kurir. Tentunya, perlu ada pengaturan ketat terhadap pelaku kurir atau ekspedisi untuk memastikan keamanan kesehatan mereka.

“Sayangnya, Walikota Bandung dan jajarannya belum memikirkan alternatif teknologi dan pengaturan sosial,” ditambahkan oleh Erick Darmadjaya, Anggota PSI DPRD Kota Bandung yang juga menjadi Sekretaris Komisi A.

“Pengelolaan peraturan masih menggunakan asumsi-asumsi masa lalu, di mana tidak ada peran teknologi yang telah kita lihat berlangsung saat ini,” katanya lagi.

Pemerintah Kota Bandung harus menggali alternatif-alternatif yang ditawarkan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan.

“Jika penyelesaian hanya berdasarkan pembatasan sosial tanpa alternatif, maka ekonomi masyarakat akan tertekan dan kesejahteraan menurun. Mungkin orang tidak meninggal karena Covid, tetapi orang bisa juga meninggal karena kelaparan. Belum lagi bayangkan dampak sosial berupa tindak kriminal dan usaha asusila demi memperoleh kecukupan ekonomi,” tambah Erick.

“PSI mengutamakan kepentingan rakyat, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana satu kebijakan publik yang diambil oleh Pemerintah Kota Bandung, justru berpotensi memiskinkan warganya, hingga menjadi masalah jangka panjang yang sukar diatasi? Pemkot Bandung tidak bisa hanya mengambil jalan termudah dengan menutup jalan dan tempat wisata. Kehidupan rakyat Kota Bandung harus terus dipelihara”, tutup Christian.

(Red)